cah Bojonegoro

Sopo sing Was, bakal Tiwas ; Sopo sing Temen, bakal Tinemu

  • Home
  • About
  • My Favorite Music
  • Follow My RSS

Masjid Ahmad Ibn Tulun

April 14th, 2009  |  Published in Live in Egypt, Photography, Trip  |  6 Comments

Kembali, kami menjelajahi sisa-sisa “History of Islamic Era in Egypt” yang masih meninggalkan jejaknya di Cairo, Mesir. Kali ini yang kami kunjungi adalah Salah satu masjid tertua di Cairo, peninggalan dari Tulunid Dynasty, yaitu Masjid Ahmed Ibnu Tulun. Didirikan pada tahun 876-879 M oleh Ahmed Ibnu Tulun ( Amir pertama dari Tulunid Dynasty ). Masjid ini dibangun di pusat pemerintahan Tulunid Dynasty ( al-Qattai ), karena Ibukota mesir pada saat itu ( El-Fustat ) dirasa tidak cukup mengakomodasi kebutuhan tentara Ibnu Tulun.

Jika dibandingkan dengan Masjid Amr Ibn Ash di El-Fustat ( Old Cairo ) yang merupakan masjid pertama di Mesir sekaligus di Benua Afrika, Masjid Ibnu Tulun terlihat lebih tua, mungkin karena restorasi yang dilakukan di masjid ini berusaha mempertahankan keaslian dari bangunan awalnya. Jika kita berjalan mengelilingi masjid ini maka akan dapat kita temukan bagian dinding yang masih merupakan bagian dari bangunan aslinya. Ciri yang khas dari masjid ibnu tulun ini adalah menara spiral yang ada dibelakang masjid. Arsitektur menara berbentuk spiral ini dapat ditemui juga di masjid lain di samarra, Iraq.

Mosque Ibnu Tulun

Lokasi Masjid Ibnu Tulun

Seperti masjid-masjid tua lainnya, di tengah-tengah masjid ibnu tulun terdapat sebuah “courtyard” yang sangat luas, lebih luas dari ruangan masjid itu sendiri. Sementara ditengahnya ada sebuah bangunan, kemungkinan sebuah sumur & tempat wudhu. Adanya courtyard ini membuat suasana didalam masjid sangat sejuk karena sirkulasi udara yang baik dan kita betah berlama-lama didalamnya.

Koridor-koridor panjang didalam masjid disangga pilar-pilar artistik dengan ornamen pahatan ayat-ayat suci Al-Quran. Lampu gantung yang khas juga bisa ditemui di sepanjang langit-langit koridor. Ruang utama masjid masih kalah luas jika dibandingkan dengan Masjid Muhamad Ali Pasha yang berada di Shalahuddin Citadel.

Keluar dari pintu utama masjid, kita berjalan kearah belakang untuk naik ke Menara Spiral yang ada di luar masjid. Dari sini ada tangga menuju lantai atas masjid sekaligus ke menara spiral. Lantai atas masjid merupakan ruang terbuka yang sangat luas, tanpa pembatas/pagar mengitari bagian tengahnya, jadi harus berhati-hati jika berjalan menuju ke tengah untuk melihat courtyard dari atas jika tidak ingin jatuh ke lantai dasar.

Menaiki tangga menara spiral membutuhkan tenaga ekstra, karena itu ibu hamil kami tinggal dibawah, pada posisi yang bisa kami amati dari atas. Dan sekali lagi, seperti lantai atas masjid, tangga spiral inipun hanya diberi pagar yang cukup pendek. Mungkin aspek safety belum jadi salah satu pertimbangan arsitek-arsitek jaman dulu.

Sampai diatas, kita bisa melihat pemandangan disekitar masjid ibnu tulun. Masjid Sultan Hassan, Masjid Rifai, Masjid Muhammad Ali pasha di citadel shalahuddin, bukit mukkatam dan pemandangan cairo yang berdebu dan panas. Courtyard Ibnu Tulun juga terlihat lebih cantik dari atas sini.

Sebelum pintu keluar, ada sebuah museum ( Gayer Anderson Museum ) , dulunya merupakan sebuah rumah dari seorang inggris yang tinggal disebelah Masjid Ibnu Tulun ini. Kami tidak tertarik, apalagi harus bayar tiket cukup mahal untuk turis dan kamera dikenakan tiket tersendiri. Kamipun keluar dan mampir disebuah toko suvenir disebelah masjid, membawa pulang sebuah kaos bertuliskan Egypt.

Perut sudah berbunyi menuntut haknya dipenuhi, waktunya mampir ke tujuan selanjutnya yaitu warung ayam bakar La Tansa di Nasr City.

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Circular Minaret of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Circular Minaret of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Ornament in Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Ornament in Ahmed Ibnu Tulun Mosque

Ahmed Ibnu Tulun Mosque Corridor

Ahmed Ibnu Tulun Mosque Corridor

Istirahat Sejenak

Istirahat Sejenak

Climb to the Circular Minaret

Climb to the Circular Minaret

Pillar

Pillar

Original VS Renovated

Original VS Renovated

D700 Photographer

D700 Photographer

Stair on the circular minaret

Stair on the circular minaret

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque from Circular Minaret

Court of Ahmed Ibnu Tulun Mosque from Circular Minaret

Busy Cairo view from circular minaret

Busy Cairo view from circular minaret

View from Circular Minaret

View from Circular Minaret

Ahmed Ibnu Tulun Mosque - HDR version

Ahmed Ibnu Tulun Mosque - HDR version

Old Door

Old Door



« « RSS Feed Aggregator mengunakan simplepie

Cairo Skyline , Sunset & Early Night » »


6 Comments to “Masjid Ahmad Ibn Tulun”
  1. kickdavid says:
    April 16, 2009 at 4:30 am

    Wah bagus ya, (applause)
    tapi ngomong2, gimana caranya embed peta google di blog kayak gini? :-D

    Reply
    • heric says:
      April 16, 2009 at 7:42 am

      Thanks Vid.
      Untuk embed googlemaps di WP sudah ada yang bikin plugin-nya.
      jadi tinggal install plugin, daftar untuk dapat API Key ke googlemaps dan selanjutnya kunjungi lokasi yang mau diembed, terus ambil link nya, masukin ke blog.
      Buat drupal kelihatannya juga ada nih
      http://drupal.org/project/gmap

      Selamat ngoprek (bye)

      Reply
  2. sughar says:
    April 22, 2009 at 1:59 am

    keren mas Heri.
    sudah lama pingin pingin review wisata religi. tentang masjid, baik dari aspek arsitektur, history, culture, maupun event.
    siiiipppp
    8 jempol buat anda(pinjem 4 jempol sampeyan ya…. (applause) )

    Reply
    • heric says:
      April 22, 2009 at 5:13 am

      Makasih mas sugi,
      kebetulan disini banyak masjid2 bersejarah peninggalan dari khilafah islam dulu.
      InsyaAllah akan ada beberapa review lagi tentang masjid-masjid di kairo.

      Reply
  3. reny says:
    April 22, 2009 at 11:07 am

    weissss…. (applause) btw itu semuanya murni dari kamera tok apa udah masuk potosop dan sejenisnya?

    Reply
    • heric says:
      April 22, 2009 at 11:46 am

      Yang HDR hasil olahan pake Photomatix & Qtpfsgui.
      yang lainnya, paling cuma adjust level dengan GIMP saja.

      Reply

Leave a Reply

Click here to cancel reply.

(required)

(required)


:-)) :-) :-D (LOL) :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (highfive) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo)

Random Quote

“You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer yourself any direction you choose. You’re on your own. And you know what you know. And YOU are the one who’ll decide where to go…” — Dr. Seuss

Recent Posts

  • Scream Latest Edition
  • Pengalaman Pertama Minta Slip Biru
  • Dan Brown’s Lost Symbol
  • Kompilasi Foto Hasna
  • Selamat Idul Fitri 1430H

Antara Series (3)
Cerpen (1)
domain (2)
Hasna (3)
Hosting (2)
intermezzo (1)
Konsumen (1)
Kuliner (3)
Live in Egypt (10)
My Jobs (2)
My Thought (2)
Photography (10)
PyQt (3)
Rumahku (1)
Social Networking (4)
Telco (6)
Thinkpad (6)
Trip (2)
Ubuntu (38)
Uncategorized (20)
Unix (9)
wordpress (5)

WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.

Commentator Reward

Komentar Usil

4,190 spam comments
blocked by
Akismet

Dilbert


©2010 cah Bojonegoro
Powered by WordPress using the Gridline Lite theme by Graph Paper Press
Creative Commons License